semua berita online


SEMUA BERITA ONLINE: KAMI MEYEDIAKAN BERITA-BERITA TERUPDATE SEPERTI KRIMINAL-POLITIK-OLAHRAGA DAN SOSIAL MEDIA DI TAHUN INI

Jokowi Bisa Minta Masukan SBY Cara Memilih Cawapres

Jokowi Bisa Minta Masukan SBY Cara Memilih Cawapres

thisberita - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berniat mencalonkan kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 disarankan meminta masukan ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY disebut sukses memenangi periode kedua kepemimpinannya pada Pilpres 2009 setelah menggandeng Boediono.

"Waktu SBY ingin melanjutkan kepemimpinan di periode II, Budiono dipilih menjadi calon wakil presiden. Bukan orang partai dan tidak punya ambisi untuk pemilu berikutnya" kata peneliti Indonesian Watch for Democracy (IWD), Abi Rekso, dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Maret 2018.

Abi melanjutkan Jokowi harus mimilih pendamping yang bisa berpikir di luar kepentingan kelompok dan partai politik. Terpenting, kata dia, sosok cawapres Jokowi harus orang yang tidak berambisi untuk mengikuti kontestasi pada Pilpres 2024.

"Jokowi harus berdiskusi dengan SBY soal pengalaman ini. Dengan memilih cawapres yang tak berambisi maka permainan Pemilu 2024 akan dimulai dari nol kembali," kata dia.

Lebih lanjut, kata Abi, cawapres Jokowi juga harus berbasis Islam. Alasannya, Islam masih menjadi agama mayoritas di Indonesia. Dengan formula tersebut, ia yakin Jokowi bisa melanjutkan kepemimpinan di periode kedua.

Semakin percaya diri

Sementara itu, Direktur SAS Institute Imdadun Rahmat melihat Muhaimin Iskandar semakin percaya diri bisa dipilih Jokowi untuk menjadi cawapres. Musababnya, Cak Imin sudah mendapat 'restu' dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

"Cak Imin sebagai santri tentu sudah mendapat berkah dari Kiai Said. Dari restu ini nama Cak Imin sekarang menjadi buah bibir," kata Imdadun.

Restu kiai, kata dia, memiliki kekuatan sendiri di kalangan nahdliyin. Bahkan, ia mengklaim banyak pihak yang juga ingin mendapat restu Kiai Said.

"Biar bagaimana pun, derajat seorang kiai tidak berpikir sebatas dirinya. Cakrawala zikir beliau menembus segala ruang dan waktu. Siapa pun yang datang atas niat baik, pasti kiai dukung," kata Imdadun.


Kiai Said dan Cak Imin bertemu saat peresmian koperasi Pengurus Cabang NU Cilacap, Kamis, 15 Maret lalu. Saat itu, Said mendorong ketua umum PKB itu untuk maju.

"Kalau saya pribadi tidak usah dimintai pendapat, tidak usah ditanya lagi, ya pasti Cak Imin. Emang siapa lagi?" kata Said Aqil.

Menurut dia, Cak imin adalah salah satu kader NU yang paling menonjol dan cocok untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. "Gus Imin ini cucu pendiri NU, aktivis PMII, Ketum PKB, pernah jadi wakil ketua DPR, dan menteri," kata dia.