thisberita - Kontrak emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Hal itu terjadi lantaran tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan ekuitas AS.
Mengutip Antara, Jumat, 16 Maret 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun USD7,80 atau 0,59 persen, menjadi menetap di USD1.317,80 per ons. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,33 persen menjadi 90,08 pada pukul 16.40 GMT.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average rebound setelah menurun tajam di sesi sebelumnya. Sedangkan indeks Dow menambahkan 209,86 poin atau 0,85 persen menjadi 24.967,98.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD dan ekuitas AS. Jika dolar AS dan saham AS naik maka emas berjangka akan turun, karena logam mulia yang dihargakan dengan dolar AS, menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, yang mungkin akan lebih terpikat ke pasar saham.
Para investor juga masih mengamati ketegangan geopolitik, karena London telah berjanji untuk mengusir beberapa diplomat Rusia atas kematian mantan agen Rusia di Inggris.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 11,5 sen atau 0,70 persen, menjadi menetap di USD16,422 per ons. Platinum untuk penyerahan April turun USD4,60 atau 0,48 persen, menjadi ditutup pada USD956,90 per ons.
